BARRIERS TO CRITICAL THINKING
1. Lack of Relevant Background Information (Kurangnya Informasi Latar Belakang yang Relevan) Merupakan seseorang maupun kelompok yang tidak memiliki cukup informasi latar belakang terhadap suatu masalah tertentu yang sedang dihadapi. Hal ini mengakibatkan seseorang ataupun kelompok tersebut tidak mampu berpikir secara kritis tentang masalah yang dihadapi.
2. Poor Reading Skills (Kemampuan Membaca yang Lemah) Maksud dari hambatan ini bukanlah mengenai kesulitan dalam membaca. Melainkan niat membaca secara kritis yang tidak terlalu tinggi. Untuk dapat berpikir secara kritis, seseorang maupun kelompok juga harus memiliki niat membaca secara kritis yang tinggi. Hal ini disebabkan karena dengan membaca secara kritis, seseorang maupun kelompok akan dapat lebih mudah memahami suatu hal secara mendalam serta mampu menganalisa informasi yang disajikan.
3. Poor Listening Skills (Kemampuan Mendengarkan yang Lemah) Merupakan ketidakmampuan yang dimiliki seseorang maupun kelompok dalam mendengarkan suatu ungkapan atau penjelasan terhadap suatu masalah sehingga seseorang atau kelompok tersebut tidak dapat menemukan maupun mendeteksi adanya hal-hal istimewa serta hal-hal yang penting.
4. Bias (Keberpihakan) Merupakan suatu keberpihakan yang pada umumnya dilakukan dibawah sadar. Seseorang atau kelompok yang melakukan keberpihakan ini akan mempertanyakan pemikiran refleksif yang dilakukan oleh orang lain. Hal ini terjadi karena tidak bersedia nya seseorang atau kelompok tersebut dalam menerima argumen dari orang lain, dan menganggap bahwa argumennya sendiri lah yang benar.
5. Prejudice (Prasangka) Merupakan suatu tindakan atau penilaian yang dilakukan oleh seseorang maupun kelompok terhadap orang atau kelompok lain yang berada diluar kumpulan bersangkutan. Bila prasangka terus dilakukan, maka hal ini akan mengakibatkan terhambatnya proses berpikir secara kritis karena jarak yang menjadi luas.
6. Egosentrisme adalah kecenderungan melihat dan memahami realitas sebagai yang berpusat pada diri sendiri. Mereka yang memiliki kecenderungan ini adalah orang-orang yang menempatkan pandangan-pandangan dan nilai-nilai mereka sendiri sebagai yang lebih unggul dibandingkan dengan orang lain.
7.Sociosentrisme adalah Orang yang seluruh pemikirannya berpusat atau terarah hanya kepada kelompoknya (kelompok social). Misalnya, Anda mengatakan bahwa agama yang Anda anut adalah agama yang paling benar. Atau, kelompok sosial atau etnis Anda yang paling unggul dibandingkan dengan kelompok social atau etnis lain.
8. Relativisme adalah pemikiran yangmengatakan bahwa kebenaran adalah masalah atau persoalan pendapat. Ada dua bentuk populer dari relativisne, yakni subjektivisme dan relativisme kultural. Subjektivisme adalah pandangan yang mengatakan bahwa kebenaran adalah persoalan pendapat individu. Relativisme kulturan berpendapat bahwa kebenaran adalah masalah atau persoalan sosial atau pendapatkebudayaan tertentu.
9. Unwarranted assumptions adalah asumsi yang tidak rasional, karena diterima begitu saja tanpa didukung pleh suatu alasan yang jelas dan benar. Asumsi ini sering menjadi penghalang untuk berpikir secara objektif dan menghambat untuk melihat segala sesuatu secara jernih.
10. Narrow mindedness ( pikiran sempit ), orang yang menutup kemungkinan lain akan adanya sebuah kebenaran karena tidak sesuai dengan prasangka atau keyakinannya. Bentuk: membatasi bidang atau domain pencarian kebenaran, atau menolak alternatif kemungkinan pencarian kebenaran.
11. Wishful thinking adalah pola pikir yang menegaskan bahwa sesuatu benar karena keinginan. Wishful thinking membuat orang tidak mau mengkritisi perilaku dan ucapan oranglain dan diri sendiri karena alasan kepentingan. Jadi, seseorang tidak bisa membedakan antara keinginannya dari tindakan pihak lain yang memenuhi keinginan itu. Cara berpikir seperti ini tidak hanya menumpulkan pikiran kritis tetapi juga menyesatkan. Wishful thinking justru mengarahkan untuk menerima kesimpulan, gagasan, ide yang mendukung keinginan pribadi semata.
Komentar
Posting Komentar